kumpulan isi hati

Ak memang tak layak dan tak patut.
Ak juga tak berhak.
Hadir antara kau dan dia.
Iya, ini salahku, memberimu byk maksud.
Iya, harusny memang begini, melepasmu.
Melepas yg bukan hak ku.
Asal kau tau, asalkan bukan krn ak dan kalian usai, ak tak kan jengah.
Ak tak kan berubah.

————————————————————————————————–

Telalu jauhkah ak melangkah?
Ini memang salah.
Lalu bagaimana memperbaikinya?
Lalu bagaimana menghilangkan rasa yg diakibatkan nya?
Bantu ak. Menghapusnya.
Meski takkan sepenuhnya semula, tp ak mencoba, memperbaikinya.

————————————————————————————————–

Jujur. Ak rindu.
Lidahku kelu utk sekedar bercakap dgn mu, menelponmu.
Tanganku kaku utk sekedar mengetik pesan lewat sort msg ataupun tweet.
Tp ak rindu.
Rindu puisi bodohmu yg selalu berima,
Rindu puisi palsumu, utk ku, padahal ak bukan pacarmu.
Rindu gombalan pasaranmu kala merayuku, minta bantu.
Ak rindu.
Malem ini, dmn km? Tak ingatkah pd ku? Tak ingatkah ak menunggumu menuliskan sesuatu utk ku d twitter?
Tak ingatkah?
Tak ingatkah yg rindu?
Ataukah km mau main tarik ulur dgn ku? Ataukah sudah berbaikan dgn pacarmu?
Sial!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s