Kenapa HUB dan Switch itu ada dilayer yang berbeda pada OSI Layer?

Kenapa HUB dan Switch itu ada dilayer yang berbeda pada OSI Layer?, padahal mereka bisa saling menggantikan, karena fungsi dasarnya juga sama yaitu untuk transfer data dari dan ke komputer-komputer dalam suatu jaringan. Kalau jaringan yang kita buat udah dalam skala besar, tugas HUB itu bisa digantikan Switch. Padahal secara logika, seharusnya keduanya berada pada layer yang sama. Namun pada kenyataanya, keduanya terletak dilayer yang berbeda. HUB berada pada Layer pertama, yaitu Physical, sedangkan Switch berada pada layer diatasnya, yaitu data Link.

Kenapa bisa seperti itu? Mari kita lihat profil masing2 benda ini, halah!

——

Hub
Sama seperti switch, tetapi perbedaannya adalah hub tidak memiliki fasilitas routing. Sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer (broadcast). Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain. Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; ia membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh network. Hub adalah central untuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah. Kapabilitas yang disediakan hub central utnuk topologi star dan mengijinkan computer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah. Kapabilitas yang disediakan hub
——————————-

Fungsi tambahan selain sebagai central connection point, hub
menyediakan kemampuan berikut:
– memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan
– workstation. menambah jarak network (fungsi sebagai repeater)
– menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda
– (Ethernet, Token Ring, FDDI). menawarkan feature yang fault
– tolerance (isolasi kerusakan) memberikan manajemen service yang
– tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic)

Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi.

Cara kerja Hub
pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host (meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja). Switch
——

Switch

Biasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token star.
Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN.
Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch dapat secara drastis mengurangi traffic network. Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.

——

Kita mulai untuk menjawab pertanyaan, kenapa HUB dan Switch berada pada Layer yang berbeda?

Karena, di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut, dengan kata lain, hub hanya meneruskan data yang berbentuk bit-bit biner yang ada dilayer 1. Ini akan sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya, dan kemudian, switch itu merupakan penguat sinyal, dan bukan hanya bisa meneruskan data, karena pada Switch data masih berbentuk packet.

6 responses to “Kenapa HUB dan Switch itu ada dilayer yang berbeda pada OSI Layer?

  1. ndeh slah lah kuis aq maren dank..

    RE: hehe, aku jg gag bener total kok.

  2. …………………………….
    dunno wot to say.

  3. ikut ikut ikut…😛
    switch bisa mensegmentasi network menjadi beberapa broadcast domain, itulah mengapa traffik jaringan jadi lebih teratur daripada menggunakan Hub. dan satu lagi kelebihan switch, jika satu port switch dihubungkan ke end device (PC), maka user bisa mengimplementasikan koneksi full-duplex yang berarti bisa mengirim dan menerima data dalam waktu bersamaan, yang berarti jika bandwidth yang tersedia misalkan 10Mbps, dengan full-duplex total bandwidth yang bisa didapat adalah 20Mbps

    CMIIW😀

    http://en.wikipedia.org/wiki/Broadcast_domain
    http://en.wikipedia.org/wiki/Full-duplex_Ethernet

    RE: pinter pinter, hehe.

  4. Hi, nice post. I have been wondering about this topic,so thanks for posting. I will definitely be subscribing to your blog. Keep up the good posts

  5. trus gimana carax agar aku bisa tahu klo jaringan aku dal keadaan hub atau switch

  6. paham che,,tapi ribett
    ow ya ak Yona, kmu sapa ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s